January 30, 2016

Happy Birthday Rara



Hidup memang indah tetapi tidak mudah.
Kadang butuh perjuangan, kadang butuh pengorbanan.
Kadang tidak sesuai perencanaan, kadang melebihi perkiraan.

Pernah rasanya ga mampu menghadapi dunia,
Tapi ternyata masih bernyawa.

Apalagi yang bisa kita lakukan?
Terimakasih Ida Sang Hyang Widhi Wasa,
Terimakasih atas kehidupan hari ini.

Terimakasih adik, atas perhatiannya :)



October 29, 2015

Camping Di Danau Buyan (2)


Salah satu lokasi camping di Bali yang paling terkenal yaitu di Bumi Perkemahan Danau Buyan yang terletak di Desa Pancasari, Buleleng..
Hmmm buleleng apa tabanan yaaa..

Kedua kalinya camping di Buyan, tetep aja suasananya rame, seru. Lokasinya strategis untuk  camping sama keluarga n temen, ataupun yang lagi ospek, hehe *hiburan gratis*


Walaupun siangnya panas, tapi kalau udah jam 4 udah mulai sejuk, bisa lah mandangin danau sambil nunggu sunset..

Sekarang camping di Bali ga perlu ribet n mahal juga..
Ada tempat buat sewa tenda camping yang murah di IG. CampingdiBali atau www.campingdibali.com Rp 30.000,- udah dapet tenda yg muat 5 orang, cuk2an jadi lebih sedikit deh 😊😊

Menu makan sore anak camping, hahaha


October 14, 2015

Puncak B29 Arjosari, Lumajang


Puncak B29 atau sebenernya kepanjangan dari Puncak Bukit 2900 mdpl atau  sering disebut juga Negeri diatas awan, you name it, terletak di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Perjalanan sebenernya dimulai dari kantor, tapi yaudahlah ya, dibahas dari Lumajang aja, berangkat dari jam 01.30 WIB dengan mobil menuju Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, jika sudah masuk kecamatan senduro, sudah cukup banyak papan jalan atau tulisan yang mengarahkan kita ke Puncak B29, tapi memang kalau ga tau jalan ngeri sendiri sih, hehehe
Jalanan dari Lumajang ke pintu gerbang B29 cukup mulus, cukup banyak rumah penduduk. Jika sudah sampai di pintu gerbang B29 kalian akan menemukan banyak sekali orang yang menawarkan ojek untuk mengantar kalian ke Puncak B29.



Jam 02.30 WIB Setelah mencari ojek yang sudah di order, kami akhirnya parkir dan bersiap-siap menuju puncak *kayak AFI, itu lo ajang pencarian bakat, hehe*. Untuk ke Puncak, sebaiknya dan disarankan untuk naik ojek dengan tariff Rp. 50.000,- atau Rp 100.000 PP. Karena jalannya bukan aspal dan bukan tanah biasa.. medannya sulit sekalipun buat tukang ojek yang asli sana, pake motor trail pula, ga sembarang motor juga bisa dipake kesini kalo mau aman.. Katanya sih jalannya akan segera di perbaiki oleh pemerintah setempat.



Setelah 30 menit atau sekitar 5 km *menurut Mas Ir, tukang ojek*. Akhirnya sampai juga di area Puncak B29, dingiiiiiiiiiin.. ada beberapa tenda orang jualan dan ada beberapa tenda pelancong juga.. Ke Puncak tinggal naik sedikit lagii.. Dan taraaaaaa.. Jam 03.00 WIB sudah sampai di puncak, ggiloooo anginnya keras banget.. tapi walaupun gelap dan tanpa bulan, malam itu bertaburan bintang-bintang.. Keren!!

Akhirnya nunggu sunrise deh.. bikin api unggun dari kayu bakar di sekitar Puncak B29.


Nah inii.. setelah sunrise, kita bisa lihat pemandangan dari Puncak B29, ada pemandangan Gunung Semeru, Gunung Bromo, Pasir Berbisik dan Bukit Teletubies.. walaupun kurang hijau, karena kata Mas Ir lagi, yang bagus itu di Bulan  Maret, lagi hijauu.. 


August 16, 2015

Pasir Berbisik Gunung Bromo

Objek foto-foto selanjutnya setelah Gunung Bromo adalah Pasir Berbisik. Kenapa namanya pasir berbisik? Ga tau, padahal cuma pasir aja, hehehe

Pasir Berbisik  masih satu wilayah dengan Gunung Bromo. Dari Gunung Bromo ke Pasir Berbisik dilewati dengan menggunakan jeep, ga lama sih, Cuma sekitar 5 menitan aja, jadi pasir berbisik itu lokasinya di belah Gunung Bromo, bentuknya seperti lautan Pasir atau gundukan-gundukan pasir, ya intinya hamparan pasir luas banget :D



Hari semakin siang, makin panas diantara butiran debu, ya ga siang siang banget, tapi jam 9.30, matahari udah diatas kita kepala. Dan sampailah pada saat yang berbahagia, udah sampai di Pasir Berbisik, dan yang terlihat kurang lebih seperti iniii..
  

Masih inget film Spiderman 3 yang ada Makhluk Pasirnya? hahaha, kalo Makhluk Pasirnya shooting di Pasir Berbisik bisa jadi Spoderman-nya kalah deh, Soalnya pasirnya banyak banget, trus ga ada tempat gelantungan buat di Parker.. hahaha *jangan terlalu serius*  Happy Holiday :D

Mendaki Gunung Bromo

Take Nothing But Pictures,
Leave Nothing But Foot Print,
Kill Nothing But Time.  


Gunung Bromo dengan ketinggian 2.329 mdpl berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Fyi, terakhir meletus pada 2011. (Info dari Wikipedia). Dan terdapat Pura Luhur Poten untuk persembahyangan umat Hindu, sayangnya saya ga bawa perlengkapan sembahyang, lain kali pasti dipersiapkan dengan lebih matang untuk ke Bromo *ingetin diri sendiri*


Setelah puas ber-selfie ria di Penanjakan, jam 6, perjalanan dilanjutkan ke Gunung Bromo, jalannya udah aspal kok, agak bergelombang juga kadang-kadang, tapi ga seperti ke Penanjakan. Di Gunung Bromo, kalian bisa liat ratusan jeep berjejer *kalau lagi ramai*. Kebetulan sih kesini nya pas 16 Agustus, yaiyalah yaa rame, pada banyak yang mau masang foto  17 Agustus-an di Gunung ala ala film 5 cm gitu :D 

 
Daripada cuma lihat Gunung Bromo dari jeep, akhirnya kita memutuskan untuk mencapai puncak Gunung Bromo, dengan cara yang anti mainstream, yang pertama yaitu tanpa kuda, yang kedua, tanpa lewat tangga. Iyaa, kita butuh sesuatu yang lebih menantang *gayaa bangeet, kayak kuat aja, hahay :D *. Fyi, tarif naik kuda di Gunung Rp 50.000 per kuda.

 
Sebenernya mendaki Gunung Bromo ga berat kok, asal NIAT, asal SEMANGAT , *mountivasion*. Tantangannya adalah 3 langkah di Gunung Bromo sama dengan 1 langkah di jalan beraspal, karena setiap naik, kakinya terseret pasir lagi kebawah *abaaang adek lelaah baaang, hahaha*. Berkat support (baca: didorong) dari abang yang ga sabaran, akhirnya sampai puncak *thanks abang, kecup kecup* dalam waktu yang relative singkat ga sampe satu jam*pendakian tercepat dibandingkan dengan mendaki gunung lainnya yang pernah saya daki*. Mendaki lo iniiii, ga pake kuda lo iniii, wahahaha, jadi terharu. Tapi panasnya Gunung Bromo luar biasaaah, bayangin aja jalan diantara lautan pasir, menanjak, tanpa pohon satupun, tanpa tempat pegangan, kalau kepleset dan gelinding, selesai dah. Tapi semua lelahnya terbayar kalau sudah sampai puncak. Mission, Accomplished, Gunung Bromo oke banget.

Dan ini penampakan dari Puncak Gunung Bromo..

  




Thank God, I have always given the opportunity to enjoy the beauty of the creations.
I’m very proud to witness it.