Showing posts with label Trip. Show all posts
Showing posts with label Trip. Show all posts

August 16, 2015

Pasir Berbisik Gunung Bromo

Objek foto-foto selanjutnya setelah Gunung Bromo adalah Pasir Berbisik. Kenapa namanya pasir berbisik? Ga tau, padahal cuma pasir aja, hehehe

Pasir Berbisik  masih satu wilayah dengan Gunung Bromo. Dari Gunung Bromo ke Pasir Berbisik dilewati dengan menggunakan jeep, ga lama sih, Cuma sekitar 5 menitan aja, jadi pasir berbisik itu lokasinya di belah Gunung Bromo, bentuknya seperti lautan Pasir atau gundukan-gundukan pasir, ya intinya hamparan pasir luas banget :D



Hari semakin siang, makin panas diantara butiran debu, ya ga siang siang banget, tapi jam 9.30, matahari udah diatas kita kepala. Dan sampailah pada saat yang berbahagia, udah sampai di Pasir Berbisik, dan yang terlihat kurang lebih seperti iniii..
  

Masih inget film Spiderman 3 yang ada Makhluk Pasirnya? hahaha, kalo Makhluk Pasirnya shooting di Pasir Berbisik bisa jadi Spoderman-nya kalah deh, Soalnya pasirnya banyak banget, trus ga ada tempat gelantungan buat di Parker.. hahaha *jangan terlalu serius*  Happy Holiday :D

Mendaki Gunung Bromo

Take Nothing But Pictures,
Leave Nothing But Foot Print,
Kill Nothing But Time.  


Gunung Bromo dengan ketinggian 2.329 mdpl berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Fyi, terakhir meletus pada 2011. (Info dari Wikipedia). Dan terdapat Pura Luhur Poten untuk persembahyangan umat Hindu, sayangnya saya ga bawa perlengkapan sembahyang, lain kali pasti dipersiapkan dengan lebih matang untuk ke Bromo *ingetin diri sendiri*


Setelah puas ber-selfie ria di Penanjakan, jam 6, perjalanan dilanjutkan ke Gunung Bromo, jalannya udah aspal kok, agak bergelombang juga kadang-kadang, tapi ga seperti ke Penanjakan. Di Gunung Bromo, kalian bisa liat ratusan jeep berjejer *kalau lagi ramai*. Kebetulan sih kesini nya pas 16 Agustus, yaiyalah yaa rame, pada banyak yang mau masang foto  17 Agustus-an di Gunung ala ala film 5 cm gitu :D 

 
Daripada cuma lihat Gunung Bromo dari jeep, akhirnya kita memutuskan untuk mencapai puncak Gunung Bromo, dengan cara yang anti mainstream, yang pertama yaitu tanpa kuda, yang kedua, tanpa lewat tangga. Iyaa, kita butuh sesuatu yang lebih menantang *gayaa bangeet, kayak kuat aja, hahay :D *. Fyi, tarif naik kuda di Gunung Rp 50.000 per kuda.

 
Sebenernya mendaki Gunung Bromo ga berat kok, asal NIAT, asal SEMANGAT , *mountivasion*. Tantangannya adalah 3 langkah di Gunung Bromo sama dengan 1 langkah di jalan beraspal, karena setiap naik, kakinya terseret pasir lagi kebawah *abaaang adek lelaah baaang, hahaha*. Berkat support (baca: didorong) dari abang yang ga sabaran, akhirnya sampai puncak *thanks abang, kecup kecup* dalam waktu yang relative singkat ga sampe satu jam*pendakian tercepat dibandingkan dengan mendaki gunung lainnya yang pernah saya daki*. Mendaki lo iniiii, ga pake kuda lo iniii, wahahaha, jadi terharu. Tapi panasnya Gunung Bromo luar biasaaah, bayangin aja jalan diantara lautan pasir, menanjak, tanpa pohon satupun, tanpa tempat pegangan, kalau kepleset dan gelinding, selesai dah. Tapi semua lelahnya terbayar kalau sudah sampai puncak. Mission, Accomplished, Gunung Bromo oke banget.

Dan ini penampakan dari Puncak Gunung Bromo..

  




Thank God, I have always given the opportunity to enjoy the beauty of the creations.
I’m very proud to witness it.

Gunung Penanjakan Spot View Point Bromo Sunrise

Take Nothing But Pictures,
Leave Nothing But Foot Print,
Kill Nothing But Time.

 Gunung Penanjakan berlokasi di Desa Seruni, Sukapura, Probolinggo, merupakan salah satu Spot View Point Sunrise Gunung Bromo. Gunung penanjakan masih merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Gunung Penanjakan terletak di 2.770 mdpl, artinya Gunung Penanjakan lebih tinggi dari Gunung Bromo yang  berada di 2.329 mdpl.


Perjalanan dari Malang ke Gunung Penanjakan ini dimulai dari Alun – alun malang ke Arjosari sekitar 45 menit, kemudian dilanjutkan menuju Gunung Penanjakan menggunakan jeep. Katanya sih jalur ke Bromo via malang cuma lewat jalan ini aja. Bro sis, alangkah sbaiknya siapkan badan kalian karena jalannya sangat bergelombang, dibandingkan dengan naik kapal boat, parah ini deh, jugijagijug banget, suer, ditambah lagi debunya, hahaha. Sepanjang perjalanan pasti liat banyak orang yang kesini naik mobil pribadi ataupun motor matic, terus ada deh yang mogok, dorong, dll. Mungkin biar lebih berasa adventure-nya :D

Berangkat jam 12.30 dari Arjosari, sampai di Penanjakan sekitar jam 3, langsung deh jalan ke puncak, ga sabar banget pengen tau kayak gimana sih, tapi mau nyari sunrise jam segini? dapet apaan? Hahaha, Penanjakan ini rame banget dah, hampir ga bisa jalan, orang-orang pada tidur dibawah, mana gelap lagi, *maap maap ya yang kakinya kesenggol masnya, mbaknya. Sepertinya , Penanjakan merupakan spot view point Bromo Sunrise favorit. Bentuknya bukan gunung tapi datar dan sudah di beton, dipagar besi, dan sepertinya dipersiapkan untuk melihat keindahan Gunung Bromo. Akhirnya setelah bergelap-gelap ria, kita balik lagi ke bawah buat ngopi ngopi sams tidur bentar.
 

Jam 5 pagi, sudah saatnya nunggu sunrise, pastinya sebentar lagi kan, dan jreng jeng jeng, di puncak rame banget, semua yang tadi tiduran disana udah mengamankan tempat masing-masing, syediiihh ga kebagian tempat paling depan. Tapi karena udah sampe sini, yauudaa ditungguin aja daripada makin  ga keliatan :')




Dan taraaaaaaaaa, ini hasil jepret jepret di Penanjakan. Horreee horreeeee..

 




Thank God, I have always given the opportunity to enjoy the beauty of the creations.

I am very proud to witness it.

June 30, 2015

Gunung Kawah Ijen, Lagi!

 
Jalan-jalan lagi ke banyuwangi, kali ini mendaki lagi, ke Gunung Ijen lagi, tapi personilnya beda, pengalamannya beda, tetep aja masih seru. Sekarang berangkatnya bareng Dayu, Roshi, Cece Yanny, Mas Deddy, Mbak fani, Mas Agung, Mbak Friska and Mas Ian. Ga banyak yang berubah dari pendakian yang terakhir, semoga sih tetep asri, tetep bersih.

Kalau di Bali ada yang namanya Konsep Tri Hita Karana, Prahyangan, Pawongan dan Pelemahan, dimana ajaran tri hita karana menekankan tiga hubungan  manusia dalam kehidupan di dunia ini. Ketiga hubungan itu meliputi hubungan dengan sesama manusia, hubungan dengan alam sekitar, dan hubungan dengan ke Tuhan yang saling terkait satu sama lain.

Sekarang kameranya udah bagus, hasil fotonya lebih bagus juga, hahaha, see you next time Gunung Kawah Ijen.


Banyuwangi sepertinya kota yang lagi hits buat di datengin, selain tempatnya yang deket, ternyata banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi, tapiii, sayangnya ga punya waktu banyak buat menelusuri beberapa tempat yang pengen dikunjungi seperti Alas Purwo, Baluran, Pantai Teluk Ijo dan pantai Plengkung. Next, untuk kunjungan selanjutnya harus disempetin.

April 9, 2015

Madura, Tempat Wisata Terpendam di Jawa Timur

Madura adalah nama pulau yang terletak di sebelah timur laut Jawa Timur. Pulau Madura diskenal dengan sebutan Tanah Garam. Pulau Madura besarnya kurang lebih 5.168 km2 (lebih kecil daripada pulau Bali). Bali oh Baliku.
Perjalanan ini bareng cewek cewek hebat, Roshi, Yanny, Rizka n Dayu. Hi Girls. Capcuss. Jembatan Nasional Suramadu merupakan pintu masuk utama menuju Madura, selain itu untuk menuju pulau ini bisa dilalui dari jalur laut ataupun melalui jalur udara. Untuk jalur laut, bisa dilalui dari Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya menuju Pelabuhan Kamal di bangkalan, Selain itu juga bisa dilalui dari Pelabuhan Jangkar Situbondo menuju Pelabuhan Kalianget di Sumenep, ujung timur Madura.

Beberapa tempat yang terkenal di Pulau Madura adalah kuliner Bebek Sinjay di Kabupaten Bangkalan. Mau makanan enak lagi? Dapur Asela di Kabupaten Sampang menu andalanny kepiting dan Rumah Makan Juko Tonoh di Kabupaten Pamekasan aku suka otak otak rajungannya. Hehe, marii makaaan..
Beberapa tempat wisata yang kali ini sempet dikunjungi yaitu Pantai Slopeng, Pantai Lombang, dan Batu Putih.
Pantai Lombang merupakan bagian dari Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Dari pusat kota Sumenep jaraknya sekitar 27,8 Km ke arah timur laut. Perjalanan sekitar satu jam-an. Jika ditempuh dari Suramadu, jaraknya sekitar 182 Km. Sekitar 4-5 jam perjalanan dengan mobil pribadi. Bibir pantai yang ditumbuhi cemara udang membuat pantai ini terlihat berbeda. Selain itu, pasir halus berwarna putih yang terhampar juga menambah kecantikan pantai ini.

Wisatawan juga bisa menikmati destinasi laut dengan menyewa perahu yang disediakan oleh para nelayan setempat. Jika tidak tertarik bermain air, bisa menikmati wisata menunggang kuda. Di situ ada beberapa warga yang menyediakan jasa tunggangan kuda dengan tarif Rp 15.000/orang. di leher kuda disini diisi kain, ga tau buat apa, tapi jadi warna warni diliatnya.
Pedagang makanan disini juga banyak, jadi bisa menikmati pantai sambil makan dan minum kelapa muda. Segeerrr..

Lanjut lagi perjalanan ke Pantai Slopeng yang berada di Desa Sema'am, Kecamatan Dasuk, Sumenep, Madura. Pantai ini berada di bagian utara Pulau Madura dan berjarak 21 km dari kota Sumenep. Pantai ini berpasir putih dan ombaknya tidak terlalu besar sehingga tidak perlu khawatir untuk bermain di pinggir pantai.

Sudah 2 pantai, sekarang kita jalan jalan lagi ke dataran ya buat foto-foto. Ada lokasi unik tebing-tebing batu yang belum banyak diketahui  wsatawan. Iyalah, tempatnya agak masuk ke dalam dan sepi. Sepanjang perjalanan bisa dihitung berapa kendaraan yang kita lewati.

Tebing Batu Putih terletak di kecamatan Batu putih, Sumenep. Berjarak kurang lebih 30 km dari wisata pantai Slopeng, kecamatan Dasuk, 21 km dari Pusat Kota Sumenep. Jarak tempuh menggunakan kendaraan sekitar 1 jam, pengunjung yang menuju daerah tersebut akan disuguhi pemandangan pesisir pantai utara Madura.

Oke, enough yaaa sehari di Pulau Madura, lain kali mau ke Gili Labak, katanya sii mirip Gili yang di Lombok ;)

April 8, 2015

2 days in Malang and Batu

Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah SurabayaPerjalanan dimulai dari Bandara Juanda naik travel ke Malang dengan jarak tempuh 89,9 km atau sekitar 2 jam perjalanan. Naik travel lo ya bayarnya Rp 95.000/orang. Lumayan. Sayangnya ga banyak sih yang bisa dikunjungi di Malang, Cuma sempet makan sama nonton di Malang Town Square (MATOS) karena waktu yang terbatas daaaaan Alun alun Kota Malangnya lagi diperbaiki.



Lanjut aja ke Batu ya. Tujuan wisata di Batu yaitu Alun-alun Kota Batu, Omah Kayu, Batu Night Spectacular (BNS) dan Museum Angkut. Pengennya sih gitu.
Pertama-tama meluncur ke Alun-alun kota batu, bagus ya alun-alun aja ada bianglala-nya. Ada rumah buah, ga terlalu besar sih, tapi cukup. Salah jam juga sii kesininya masih ada matahari, kiraen beneran di batu itu dingin, ternyata panas juga broo..

Lanjut ke tempat jalan jalan kedua, ke Omah Kayu, Omah Kayu ini berada di Gunung Banyak tepatnya di lokasi paralayang Kota Wisata Batu. Lokasinya sekitar 25 km dari Kota Malang, dan cukup dekat dari destinasi wisata lainnya di Kota Batu. Harus bayar masuk ke area Wisata Gunung Banyak Rp 5.000, karcis parker mobil Rp 5.000 daan tiket masuk omah kayu Rp 5.000/orang. 

Omah Kayu atau rumah kayu atau rumah pohon, bisa dibilang gitu karna rumahnya diatas pohon, dari sini bisa liat pemandangan Malang siang hari, bisa nontonin orang paralayang karna disebelah ada spot paralayang, harganya? Lumayan. Rp 350.000, hehe

Malemnya, lanjut maen ke Batu Night Spectacular (BNS) kalo di Jakarta n siang-siang sih namanya Dufan. Tapi kalo mau maen malem-malem BNS tempatnya. Naik wahana n teriak teriak malem-malem, Wahananya banyak juga, tiket masuknya Rp 30.000/ orang, kayanya ini harga tiket khusus 3-5 April 2015deh  tiket masuk ke wahananya ga sama per wahana sekitar Rp 10.000-20.000. Ada puluhan wahana sih, tapi ini beberapa yang aku inget, ada Matador, Sepeda Udara, Lampion Garden, Rumah Kaca, Rumah hantu, Go kart, dll..



Disini ada tempat makannya juga, restonya, namanya Monopoli, dari sini kamu bisa makan sambil ngeliat pemandangan kota Batu, entah mungkin itu se-Malang. Hehe. Lagi di bukit bisa liat lampu-lampu se-kota malang. Tapi malem di Batu adem kok, biarpun abis maen tapi tetep seger.. 

December 12, 2014

Enjoy Jakarta

Hellooo jekardah..
Nice to see you again..

Setelah senin sampai jumat full belajar, sabtu minggu waktunya buat jalan jalan. melali. no excuse. titik. haha.Senengnya ketemu sesama perantauan yang solid, yang klop. Biarpun kita ga tau jalan, yang penting kita satu tujuan,, have fun. yay.

Jalan-jalannya sama Peny, Hendrick, Seno, Andi, Wawan, Ivan, dan yang paling penting Eben yang nunjukin kita jalan. Hehe. Yaps, ini ga ngajak orang jakarta, kita dari penjuru nusantara, ada yang dari padang, makasar, manado, denpasar, solo. Kalo aku sendirian sih males nyari gara-gara jalan jalan sendiri dari Tangerang ke Jakarta. hehe.

Dari Taman Kota tangerang naik angkot ke stasiun tanah abang, bayar Rp 4.000 per orang.Trus sampai di stasiun serpong beli tiket kereta harga Rp 8.000 untuk seeharian naik kereta, cuss deh  ke stasiun tanah abang, trus pindah kereta ke stasiun sudirman. Oooh, ternyata gini rasanya naik kereta, hihi. Ini pertama kali, rasanya lebih wow karna sama temen-temen yang menyenangkan.


Sampai stasiun sudirman jalan kaki ke Bundaran HI, panas yaa siang-siang gini jalan kaki di trotoar, beli minum di pinggir jalan, trus foto-foto bentar di jembatan, trus jalan ke Grand Indonesia buat makan n cuci mata, sampai disini waktunya temen yang sholat, yang lain ngerumpi deh di depan panggung natal.  

Udah sore trus naik busway penuh sesak ke Monas, jangan tanya rutenya, udah lupa, trus  sampai monas, kenalan sma ondel-ondel, naik seepeda keliling monas 3x, berakhir di dagang kerak telor, yaps, pertama kali makan kerak telor seharga Rp 15.000 enyakk.. Trus jam 5 berangkat lagi ke Kota Tua, eaaa, rame bangeet. Pulangnya dasri Kota Tua jalan kaki ke Stasiun Jakarta, trus naik kereta sampai stasiun tanah abang, pindah kereta lagi buat ke stasiun serpong. That was my great day in Jakarta. Sayang banget hape lowbat dari siang :'                         
  



August 31, 2014

Mangrove Nusa Lembongan

Selain gala gala dan dream beach, ada lagi objek yang cukup terkenal di Nusa Lembongan yaitu Mangrove.
Dari dream beach ke mangrove sekitar 15 menit, tapi jalannya itu lebih rusak dari perjalanan sebelumnya. Kata bapak supirnya sih, tahun 2015 udah dianggarkan untuk perbaikan jalan di nusa lembongan dari pemerintah kabupaten klungkung. Semoga cepet terealisasi ya.

Sampai di mangrove kita hsrus membayar tiket masuk sebesar 3.000 per orang. Selain itu kita dapat mengelilingi mangrove dengan jukung berkapasitas 15 orang dengan harga 25.000/orang.

photo taken by : agung igung 

Rutenya ga terlalu panjang, tapi seru untuk fotoan. Namanya juga liburan. Foto itu kewajiban. Di antara rawa rawa ini kita sempet liat biawak yg lagi nyantai di atas pohon. Setelah say hello dan sedikit basa basi busuk, si biawak turun ke air dan menghilang. Bapak bapak pengemudi jukungnya baik, selain diajak ngobrol, bapaknya mau bantui  kita ngambil foto, makasih pak :D

photo taken by : oka

HTM : 3.000 per orang. 
jukung berkapasitas 15 orang dengan harga 25.000/orang.

Semua perjalanan Sanur - Nusa Penida - Nusa Lembongan - Nusa Penida - Padang Bay, (3 hari 2 malam) menghabiskan kurang dari Rp 500.000,- (Lima ratus ribu rupiah). Hemat kan!! :)

Dream Beach Nusa Lembongan

 

Dulunya sebelum ada hotel disini, akses masuk ke dream beach lebih gampang, lewat mana aja bisa, tapi karena sekarang udah ada pengelola hotelnya, jalan masuknya cuma satu, harus loncat dari ketinggian 1,7 meter. Naiknya juga manjat dari sini. Kalo beruntung bisa nyelip lewat hotel sebelah, masuknya dari tulisan "no entry", kan peraturan ada untuk dilanggar, hehe


Pantainya jernih banget, pasir putihnya masih bersih, tapi ombaknya keras dan arusnya kuat, jadi untuk mandi harus di pinggiran aja dan tidak disarankan.

Jalan 50 meter ke sisi barat dari parkiran dream beach, melewati hamparan debu, padang gurun, padang debu, hahaha kita akan ketemu tebing tebing dan karang yang kokoh, yang kuat walaupun ombak akan membentur karang, ceilee. Deburan ombaknya mirip di Tanah Lot. Pantai Dreambeach airnya masih jernih banget, kelihatan dari warna biru muda, biru tua, kadang malah berwarna putih karna berbuih seperti air cucian di mesin cuci, hehehe, saking kerennya sampe ga sempet fotoan. Kagum. Keren.

 

HTM : Free!

Gala Gala Underground House Nusa Lembongan

Sebenernya liputan ini pasti lebih seru kalo ada videonya, tapi presenternya lagi sakit tenggorokan, cukup foto aja, next time pasti dibikinin video.

Gala gala adalah goa buatan manusia. Jadi dikenal juga dengan nama Gala gala underground house. Perjalanan dari jembatan kuning ke gala gala cuma 5 menit, deket, tapi terasa agak lama karna jalan disini masih rusak, jadi, pick up oleng kapten. Pick up berhenti di depan gang kecil, turun disini, kita jalan di gang sekitar 20 meter terus ada tulisan gala-gala di kiri jalan. Masuk.

Di depan ada bapak bapak yang jaga dan dikenakan tarif masuk Gala gala 10.000/orang. Goanya rapi, seperti goa alami, tapi karena buatan manusia jadi banyak lubang udaranya, ada lampu juga di dalem.
Karena unik, Goa Gala-gala menjadi salah satu destinasi top dari sekian banyaknya objek wisata di Bali. Rumah tersebut dibangun pada tahun 1961 dalam kurun waktu sampai 15 tahun oleh seorang jero Mangku Dalang bernama Mangku Byasa, beliau juga berprofesi sebagai petani juga seorang pertapa, proses pengerjaannya pada masa tersebut masih menggunakan alat-alat konvensional seperti linggis, menggunakan banyak kotoran sapi yang dibakar sehingga batu kapur lebih mudah digali, goa tersebut kemudian dijadikan tempat tinggalnya, sebuah maha karya yang sangat pantas untuk dihargai dan dijadikan situs warisan budaya.

Areal tempat dibangunnya Goa Gala-gala ini, di bawah lahan sekitar 4 are, di areal ini terdapat pelinggih (bangunan suci), 2 buah bangunan rumah adat tempat memajang kain tenun endek dan cepuk hasil kerajinan penduduk di Pulau Nusa Penida dan sumur serta tidak ketinggalan photo-photo almarhum Mangku Byasa, kemudian ada 3 buah pintu masuk menuju ke rumah bawah tanah tersebut.
Untuk masuk ke dalamnya anda harus menuruni anak tangga sekitar 2 meter, rumah yang dalam bahas Inggrisnya dinamakan juga Underground House ini, lorongnya sampai pada kedalaman 7 meter dibawah permukaan tanah, didalamnya anda menyusuri lorong-lorong dan juga terdapat sejumlah ruangan dengan fungsi berbeda seperti ada tempat meditasi, ruang tidur, ruang tamu, dapur dan juga sumur, dibeberapa sudut ruangan dilengkapi lampu penerang. Ruang-ruang di bawah tanah ini tidak terlalu tinggi antara 1-2 meteran, sehingga pengunjung kadang harus membungkuk, udara dalam ruangan cukup sejuk.

 



HTM Gala gala 10.000/orang

Crystal Bay Nusa Penida


Crystal Bay alias Penida Bay adalah situs menyelam yang paling terkenal di Bali untuk melihat Mola-Mola (sunfish laut) selama Juli sampai pertengahan musim November. Ini tidak berarti itu satu-satunya tempat untuk melihat mola mola namun yang terbaik karena di musim yang ini, bisa ada cukup banyak kapal / penyelam dan semua orang berharap untuk sekilas melihat Mola-Mola. Apa itu mola-mola? Ga tau juga, ga ketemu sih. Coba google aja pemirsah.

photo taken by : oka

Di Crystal Bay kita akan melihat sebuah batu besar terisolasi di tepi teluk. Terumbu karang keras dari 5m bibir pantai, memiliki basis pasir putih, dan ditutupi dengan anemon dan karang lunak.  

Kehidupan laut  di Crystal Bay termasuk angelfish, sweetlips, ikan kodok, ular laut Banded dan banyak berhala Moor. Anda juga dapat mengharapkan untuk melihat hiu Wobbegong sesekali dan sinar Manta. Di bawah 27m kita sering menemukan Dihiasi dartfish.

Yaps. Sekilas tentang Crystal Bay. Perjalanan dari Penginapan ke Crystal bay sepertinya cukup lama sekitar 30 menit. Seperti biasa perjalanan tanpa helm dan tanpa ditilang polisi di kawasan Nusa Penida. Jalan yang dilewati berbukit-bukit tapi cukup aman dilewati. Jangan tanya aku jalannya lewat mana, mending tanya sama orang di jalan di Nusa Penida ya, mereka baik-baik dan ramah.

Disekitar Crystal Bay kita dapat melihat banyak pohon kelapa. Ada 2 pedagang makanan kecil-kecilan di pinggir pantai. Yang aneh, harga makanan yang sama bisa berubah ubah, Mie goreng dijual dengan harga 5.000, 6.000, bahkan 7.000 mungkin ibunya bingung *dunno*. Karena cukup ngantuk, silau silau gimana gitu, akhirnya tidur deh dipinggir pantai. Tapi ada beberapa temen yang maen membelah ombak *cuma mereka yang ngerti permainan ini* hehehe.

Walaupun ombaknya cukup keras, katanya disini bisa diving. Entahlah. Oya, sunset disini juga keren. 
 
photo taken by : oka 
Tapi kejadian yang ga enak harus terjadi, karena kita menyaksikan ada beberapa pemuda yang sedang berenang tapi terseret arus. 3 diantaranya berhasil ditemukan, namun 1 lagi hanyut dan sampai malam tidak ditemukan, tapi keesokan harinya saya baca koran kalau mayatnya sudah menjadi Mr. X di Pantai Matahari terbit (edisi denpost 25 atau 26 agustus 2014). Semoga almarhum diterima disisinya.

HTM : Free
Harga makanan : pas di kantong :D